Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, PT atau Perseroan Terbatas adalah suatu persekutuan modal yang berdiri berdasarkan perjanjian untuk melakukan kegiatan usaha.
Persekutuan ini haruslah sah dan memenuhi segala persyaratan dimata Undang-Undang Indonesia. Termasuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sosial.
PT berkembang dari modal dasar yang disebut dengan saham serta disokong oleh organ perseroan yang terdiri dari: Rapat Umum Pemegang Saham, Direksi, dan Dewan Komisaris.
Untuk mendirikan suatu PT, berdasarkan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang tertuang dalam Pasal 109 Angka 2, PT harus mempersiapkan beberapa data pendirian PT kemudian baru bisa memperoleh status badan hukum.
Melansir dari kontrak hukum.com, berikut ini adalah syarat yang harus dipenuhi sebagai cara mendirikan PT:
- Mempersiapkan Data Pendirian PT
- Nama PT
Untuk menentukan nama PT tidak boleh sembarangan. Nama PT yang dilarang adalah menggunakan kata atau serapan Bahasa asing, kurang dari 3 suku kata atau menggunakan nama PT yang sudah lebih dulu ada.
- Tempat dan Kedudukan PT
Ini adalah alamat atau tempat PT Anda berada. Jika ternyata PT memiliki cabang maka harus dibuat Akta cabang dan diurus perizinannya.
- Tujuan dan Maksud Didirikan PT
Menjelaskan bahwa PT tersebut didirikan untuk melakukan kegiatan apa saja dan tujuan apa saja.
- Struktur Permodalan PT
Berdasarkan UU No. 40 tahun 2007 minimal Modal Dasar membuat PT adalah Rp 50 juta, dan minimal 25% dari Modal Dasar harus ditempatkan dan disetor.
- Pengurus PT
Pengurus PT terdiri dari unsur Direktur dan Komisaris. Apabila terdapat dua atau lebih direktur atau komisaris salah satunya harus diangkat sebagai direktur utama atau komisaris utama.
- Menentukan Domisili Perusahaan
Domisili perusahaan menjelaskan dimana PT berada. Beberapa perusahaan sekarang tidak memiliki kantor, karena bekerja work from home (WFH) berdasarkan Surat Edaran Kepala BPTSP DKI Jakarta No. 6/2016 bahwa Virtual Office sudah diperbolehkan.
- Membuat Akta Pendirian di Notaris
Membuat akta Pendirian PT bisa menggunakan Notaris mana saja asalkan telah memperoleh SK pengangkatan, disumpah dan terdaftar di Kemenkumham.
Semua Pendiri PT akan tanda tangan Akta Pendirian PT dihadapan Notaris. Apabila ada salah satu dan/atau semua pendiri PT ada yang berhalangan untuk menghadap Notaris, maka dapat dikuasakan.
- Pengesahan SK Menteri Pendirian PT
Setelah dibuat Akta Pendirian PT, Notaris akan mengajukan pengesahan badan hukum atas PT kepada Menteri Hukum dan HAM.
Lalu Menteri akan mengeluarkan Surat Keputusan pengesahan badan hukum PT, sehingga PT tersebut telah lahir sebagai badan hukum yang diakui oleh Negara.
- Mengurus NPWP di Kantor Pajak
NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) terdiri atas 15 digit, 9 digit pertama merupakan kode wajib pajak dan 6 digit berikutnya merupakan kode administrasi.
NPWP ini adalah sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
- Mengurus NIB di OSS RBA
OSS atau Online Single Submission adalah sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang diterbitkan Lembaga OSS untuk dan atas nama Menteri, pimpinan lembaga, Gubernur, atau Bupati/Walikota kepada pelaku bisnis melalui sistem elektronik yang terintegrasi.
#BisnisHarusLegal
Jika, Anda ingin mendirikan PT namun masih bingung prosedur dan dokumen apa yang harus Anda siapkan.
Jangan khawatir, Anda dapat mengurusnya dengan cepat. Tinggal, konsultasikan segera pendirian PT Anda, kepada konsultan Hibra melalui Whatsapp di nomor +62 811-1157-557 atau email ke hibra@hibra.co.id